Istimewa

Profesi Apoteker ituuu….

APOTEKER. Tauu kan ? Pernah dengar ? Pernah berkomunikasi langsung dengan mereka ? Konsultasi ? atau jangan sampai kamu sendiri Apoteker.

Iklan
profesi apoteker
sumber : today.mims.com

Assalamualaikum…

Sekali lagi,terima kasih sudah mampir dan menyempatkan membaca di blog ini.

Tulisan kali ini akan banyak bercerita tentang apoteker dari sudut pandangku dan beberapa orang.

Iya…! APOTEKER. Tauu kan ? Pernah dengar ? Pernah berkomunikasi langsung dengan mereka ? Konsultasi ? atau jangan sampai kamu sendiri Apoteker.

Saya yakin kalian pasti tau dan kenal setidaknya dengan kata “Apoteker” ^.^ pertanyaan tadi cuman menguji saja.

Perkenalkan terlebih dahulu. Saya seorang Apoteker dan saya bangga menjadi Apoteker. Salah satu alasan mengaktifkan kembali blog ini adalah karena kecintaanku sama profesi ini.

Saya terlalu banyak basabasi yah. Cerita tentang apotekernya tidak dimulai-mulai….

Baik..jadi apoteker itu….

Penjual Obat. Hahhaha

Kata itu yang paling banyak dikenal di tengah-tengah masyarakat. Saya bantu sedikit luruskan lewat tulisan ini.

Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai apoteker dan telah mengucap sumpah janji profesi apoteker.  Apoteker juga merupakan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan yang melakukan pekerjaan kefarmasian.

Karena melakukan pekerjaan kefarmasian maka apoteker merupakan suatu profesi yang sangat mengenal tentang obat-obatan.  Darimana dan Bagaimana obat itu dibuat, apa yang terjadi dengan obat itu ketika masuk ke dalam tubuh, baik dari pengaruh apa yang diberikan oleh obat ke tubuh kita ataupun sebaliknya. Bagaimana cara mengkonsumsi obat yang baik dan benar, cara penyimpanan dll.

Apoteker secara umum bekerja di apotek, baik apotek rumah sakit, puskesmas, ataupun apotek mandiri. Bukan cuman di apotek, apoteker juga ada yang bekerja di industri farmasi, balai pengawas obat dan makanan, dinas kesehatan daerah atau pusat, dan masih banyak lagi.

Jadi, sebenarnya pekerjaan apoteker itu luas,,, nanti akan dibahas satu-satu pada postingan selanjutnya…

 

 

Alhamdulillah… Goal Pertama di 2019

Kabar baik datang padaku di awal tahun 2019.

Sore di hari kamis, 10 Januari 2019, suasana rumah yang sepi, karena penghuni yang lain, sebagian masih dalam perjalanan pulang, sebagian yang lain masih berada di Nate (panggilan gaul kota Ternate), pasca acara syukuran pindah rumahan fuang aji’kku (panggilan untuk tanteku).

whatsapp image 2019-01-11 at 15.38.38–pic 1 : Acara syukuran @Nate–

Saat ku nyalakan Hp yang baru di cas, semua pesan wa, sms, hingga panggilan tak terjawab memenuhi layar HP.

“waahhh…. pengumuman sudah keluar, sudah ada. Apakah aku lulus ? Siapa” yang lulus? kak ainun ?” pikirku saat itu.

Langsung saja ku buka file yang kak Ainun kirimkan padaku.

Alhamdulillah…. lulus dan penempatan yang sesuai dengan pilihan.

untitled–pic 2 : Pengumuman–

Semua kegalauan ku terjawab sudah sore itu. Semua penantian akan ketidakjelasan yang ditunggu telah datang membawa kebahagiaan dan seulas senyum simpul di wajah kami. Doa, kesabaran, tawakal dan prasangka baik kami terhadap hasil yang keluar ini adalah hadiahnya. Semua berakhir bahagia.

Ada banyak pelajaran yang kudapat mulai dari pendaftaran hingga berkas terakhir terkumpul.

  • Ketika kalian berprasangka baik pada hasil dari semua usaha kalian, dan percaya apapun hasilnya nanti adalah yang terbaik buat kalian yang diberi oleh ALLAH swt. Maka semuanya akan baik-baik saja. So, selalu libatkan Allah swt.
  • Doa orang tua itu sangatlah manjur. Lantas apa perlu kita untuk berpikir dua kali untuk berbakti pada mereka ? Dan kelulusanku ini, salah satunya karena doa kedua orang tuaku, dan keluargaku yang lain (nenek, bibi, paman, saudara, sahabat,dan orang baik lainnya).
  • Awalnya kukira aku sendiri. Ternyata tidak. aku hanya menutup mata dan kupingku. hingga tak melihat mereka yang sebenarnya ada disaat kau merasa jauh dan terasingkan. Jadi, cobalah buka mata dan telingamu.
  • Mungkin sudah kodratnya manusia untuk selalu melihat ke depan bahkan sampai tinggi ke atas. Lupa menengok ke bawah dan samping kiri kanannya. Sempat mengeluhkan penempatan yang membuat terpisah dari keluarga. Ternyata ada yang jauh lebih terpencil lagi dari penempatanku. Malah ada yang berjuang setengah mati untuk bisa berada diposisiku. Sempat juga mengeluhkan pengurusan berkas yang kesannya dibuat ribet oleh petugas. eh, ada teman di daerah lain yang kondisinya lebih memprihatikan, kena sakit hingga tidak bisa mengurus berkas sana sini. sementara aku, setidaknya masih bisa pergi mengurus. cukup bersabar saja hadapi petugas. Lantas, tidakkah saya bersyukur ?

Salah Satu Alasan Untuk Mulai Menulis

Tau tidak penyebab mengapa demensia bisa menimpa kaum muda ?

Assalamualaikum, untuk semua yang sudah singgah dan menyempatkan sedikit waktu untuk mengintip di blog sederhana ini.

Beberapa waktu lalu, ada sebuah artikel di salah satu media online yang membahas tentang demensia. Demensia ini adalah suatu kondisi dimana otak kita mengalami kemunduran fungsi. Cirinya seperti sering lupa, adanya perubahan kepribadian, bahkan emosi yang sering naik-turun. Parahnya, demensia tidak mengenal usia. Bukan cuman usia lanjut saja yang berpeluang terkena demensia. Tetapi usia muda juga memiliki peluang.

Mengerikan bukan ??? Tau tidak penyebab mengapa demensia bisa menimpa kaum muda ?

Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan kita yang terlalu terbuai dengan kecanggihan teknologi. Terutama yang namanya media sosial. Tiap hari scroolll hp. Liat story. Kumpul dengan teman, scroll hp. Kumpul dengan family, scrooll hp. Tidak ada komunikasi diantara mereka. hmm….mungkin ada, tapi sangat sedikit. untuk sebagian atau bahkan kebanyakan dari kita pasti pernah mengalami hal ini. Sadar atau tidak, kehidupan kita berkutat dengan Hp tanpa sadar dan sedikit peduli dengan lingkungan sekitar. Kita jarang berkomunikasi dengan lingkungan sosial yang ada disekeliling kita, jarang bertukar pikiran, atau bahkan berpikir untuk menyelesaikan masalah bersama. tidak ada.

Tidak heran, emosi dan kepribadian yang sering berubah kadang-kadang terjadi.

Satu lagi, membaca dan kebiasaan menulis yang kurang, bisa jadi satu faktor yang terlihat sepeleh tapi bisa berpeluang besar membuat seseorang terkena demensia. Seseorang yang jarang membaca terkadang memiliki kesulitan dalam mengekspresikan sesuatu yang ada dalam pikirannya untuk diucapkan. Selain itu, membaca dan kebiasaan menulis adalah salah satu cara untuk memperkuat ingatan, menjaga otak untuk tetap aktif dan tajam, bahkan bisa menghilangkan stress.

So, mau terkena demensia sejak dini ?

Yuukk…. ubah pola hidup kita. Sederhana. Menulis dan Membaca. Jika belum mampu untuk menciptakan tulisan. Mulailah membaca. Bukankah dalam al-qur’an juga dikatakan “Bacalah”. Jadi, mulailah dari membaca yang kemudian hari bisa membuatmu menulis.

Tulisan ini dilatarbelakangi dari diriku yang takut akan demensia dini dan salah satu caraku untuk menhindarinya.

Semoga bermanfaat…
^^